RSS

Lima Kepribadian Anda Berdasarkan Isi Dompet

11 Oct

DOMPET merupakan salah satu benda yang umumnya wajib dibawa orang ke mana-mana. Selama ini, benda mungil tersebut telah begitu berjasa sebagai tempat menyimpan uang, kartu kredit dan debit, kartu identitas, sampai berbagai tagihan. Tapi, pernahkah Anda berhenti sejenak untuk memperhatikan isinya?

Isi dompet bisa mengungkapkan banyak hal soal kepribadian Anda dalam mengatur keuangan. Agar lebih jelas, simak penjelasan berikut ini:

Dompet berisi, tak tahu jumlahnya

Anda memiliki uang di dalam dompet, tapi tidak pernah tahu berapa jumlahnya. Tapi, siapa peduli? Jika tidak menemukan jumlah yang cukup, Anda tinggal menggeseknya satu dari banyak kartu kredit atau debit yang terselip di dompet.

Menurut analis finansial Manisha Thakor, orang yang tidak peduli berapa jumlah uang di dompetnya, kemungkinan juga tidak akan sadar berapa jumlah uang tabungan di bank atau dana pensiunnya. Orang tipe ini, menurutnya, takut melihat realitas kondisi finansial mereka. Saat tagihan datang pun,mereka malas membukanya.

Sebetulnya, sikap seperti ini berbahaya karena Anda mungkin tergoda menghambur-hamburkan uang, atau mengajukan permohonan kredit tanpa melihat kemampuan keuangan, ujar Patrick P. Astre, penulis ‘This Is Not

Your Parents’ Retirement.’

Ubah sikap tersebut dengan berani menghadapi realitas finansial Anda. Anda mungkin tidak memiliki uang sebanyak yang diinginkan. Tapi, merupakan hal yang baik untuk mengetahui di mana tempat Anda berpijak.

Coba buat catatan berapa jumlah uang yang dimiliki (atau utang), dan biasakan diri merasa nyaman dengan situasi finansial Anda.

Dompet sering kosong
Tak peduli seberapa sering Anda menarik uang di ATM, dompet sering tak berisi karena Anda cenderung cepat menghabiskannya. Anda kerap bertanya-tanya ke mana larinya uang tersebut. Sama seperti tipe sebelumnya, tipe orang seperti ini juga memiliki uang tapi tidak menyadari ke mana perginya.

Perbedaannya, individu seperti ini ingin tahu ke mana larinya uang, dan mungkin merasa frustrasi dengan ketidakmampuannya untuk berhenti boros.

Kunci untuk mengatasi kebiasaan buruk ini, menurut Astre, adalah dengan mulai memberikan perhatian lebih terhadap situasi keuangan. Sadari pola belanja Anda, dan tulis catatan pengeluaran dalam sebuah jurnal. Meski pun kebiasaan belanja Anda mungkin tidak berubah dalam semalam, ambil langkah pertama yang realistis. Misalnya, berjanjilah kepada diri sendiri bahwa dalam waktu tiga minggu Anda akan tahu ke mana persisnya uang Anda keluar.

Isi dompet amburadul

Tagihan dan uang berjubelan bersesak-sesakan di dalam dompet. Anda tidak benar-benar peduli dengan susunannya. Individu seperti ini, menurut Thakor, sering kali tidak menghargai uang atau bahkan tidak peduli dengan masalah finansialnya. Sikap tersebut menunjukkan Anda menganggap uang tidak begitu penting, sehingga tidak berusaha menyimpannya di tempat aman.

Orang sering menyabotase diri sendiri dengan mengganggap dirinya tidak berhak atas uang yang mereka dapatkan. Kunci untuk mengubah perilaku ini adalah mengakui daya beli uang yang telah Anda ‘buang.’ Coba jumlahkan semua tagihan sampai yang terkecil secara regular. Hal itu akan mampu menumbuhkan penghargaan Anda akan uang.

Penuh bon dan tagihan
Dompet penuh dengan bon dan tagihan, tapi Anda tidak pernah benar-benar melakukan sesuatu dengan tumpukan kertas itu. Menurut Thakor, ini adalah tipe orang yang sedang berusaha mengetahui cara mengatur uangnya. Tapi, individu tersebut tidak mampu meningkatkan upaya ke level berikutnya, untuk mengorganisasikan semua bon dan tagihan itu.

Untuk mengubah kebiasaan tanggung tersebut, Anda harus belajar agar lebih terorganisasi. Sisihkan waktu untuk mengatur sistem pengarsipan. Jika Anda tidak pernah tahu berapa besar uang yang telah dikeluarkan, buat apa menyimpan-nyimpan bon dan tagihan tersebut?

Serba teratur
Anda mengatur isi dompet dengan begitu rapi. Lembaran uang disusun berurutan, mulai dari nominal terbesar sampai terkecil, atau sebaliknya. Anda mengetahui berapa persisnya jumlah uang di dompet, dan berapa besar uang yang boleh dibelanjakan.

Orang seperti ini tahu persis berapa jumlah uang yang mereka habiskan, dan berapa jumlah uang di dalam tabungan. Orang dengan perilaku seperti ini kemungkinan besar memiliki kebiasaan finansial yang baik. Tapi, bukan berarti tidak ada kekurangannya. Jika terlampau ekstrim, bisa-bisa Anda begitu irit sampai enggan mengeluarkan cukup uang untuk sesekali bersenang-senang. (LI/OL-06)

http://www.mediaindonesia.com

 
Leave a comment

Posted by on October 11, 2010 in serba serbi

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: